SYARAT KENAIKAN TINGKAT TARUNA MELATI SATU

No. 10 Tahu penyakit masyarakat dan tahu cara pencegahannya.

Perilaku menyimpang ataupun penyimpangan sosial yang terjadi di dalam masyarakat dapat menimbulkan beragam bentuk dari penyakit-penyakit masyarakat. Penyakit masyarakat merupakana segala perilaku dari masyarakat yang mana tidak sesuai dengan norma dan nilai-nilai sosial yang ada serta berpengaruh pada kehidupan masyarakat.

Contoh dari penyakit masyarakat merupakan tindakan buruk yang ada di masyarakat seperti perzinahan, judi, mabuk-mabukan, mengkonsumsi narkoba, pencurian, pemerkosaan, tawuran dan berbagai tindak kejahatan lainnya. Hal tersebut sangat bertentang dengan ajaran Islam.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan munculnya penyakit masyarakat, antara lain adalah:

  • Tidak adanya figur yang dapat dijadikan sebagai teladan untuk bisa memahami serta menerapkan norma dan nilai yang berlaku di dalam masyarakat. Sehingga apa yang dilakukannya akan terasa benar dan dilakukan secara terus menerus dengan tidak memperdulikan apakah perbuatan tersebut melanggar norma atau tidak.
  • Pengaruh dari lingkungan kehidupan sosial yang memang tidak baik. Lingkungan yang mana sebagian besar masyarakatnya memang sering melakukan tindakan penyimpangan, semisal perjudian, prostitusi, mabuk-mabukkan, dan lainnya. Sehingga dapat mempengaruhi kondisi dari masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.
  • Proses sosialisasi yang terjadi negatif, seseorang yang berdekatan ataupun bergaul dengan pelaku-pelaku penyimpangan sosial seperti pemabuk, penjudi, preman, dan lainnya tentu saja lama kelamaan akan menjadi sama seperti teman-teman sekelompoknya tersebut. 

Cara pencegahan terhadap penyakit masyarakat adalah :

  1. Menciptakan Suasana Harmonis di Dalam Rumah

Penyebab penyakit sosial adalah kondisi keluarga yang berantakan. Oleh karenanya, menciptakan suasana harmonis di dalam rumah perlu dilakukan. Peran pranata keluarga sangat dibutuhkan di sini, baik itu sebagai pengayom maupun pengawas. Pranata keluarga harus bisa memberi perhatian dan kasih sayang ke setiap anggota keluarga. Selain itu, setiap pedapat dari anggota keluarga harus dihargai dengan baik. Berikan juga tanggung jawab kepada anggota keluarga sesuai dengan usia mereka. Bila ada anggota keluarga yang melanggar, berilah dia hukuman yang bersifat mendidik. Sebaliknya, bila dia berbuat baik, berilah pujian dan penghargaan sepatutnya dan tidak berlebihan. Bila hal ini dilakukan secara maksimal, kemungkinan anggota keluarga untuk melakukan penyakit masyarakat akan sangat kecil.

  • Menciptakan Lingkungan Sosial yang Sehat adanya Pengendalian Sosial

Selain di rumah, faktor lingkungan juga berpengaruh besar terhadap terjadinya penyakit Masyarakat. Menciptakan lingkungan yang sehat bisa dilakukan dengan penerapan serta pengajaran norma-norma yang ada di masyarakat. Selain itu, upaya lain untuk menciptakan lingkungan yang sehat adalah dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti mengaji, karang taruna, dan sebagainya.

Dengan demikian, masyarakat akan terhindar dari perbuatan negatif. Hal ini tentu perlu dukungan seluruh elemen masyarakat dan harus dipimpin oleh pihak yang kompeten. Pemimpin masyarakat, baik itu RT, RW, Lurah/Kades, atau pun tokoh agama pihak-pihak yang mesti memimpin dan memandu terbentuknya lingkungan sosial yang sehat. Salah satu tujuan pengendalian sosial adalah mencegah dari penyimpangan nilai dan norma sosial di masyarakat. Pengendalian sosial bisa berbentuk pengawasan terhadap masyarakat, terutama masyarakat yang berpotensi terjangkit penyakit sosial masyarakat.

  • Mengajarkan serta Mengamalkan Norma-Norma di Sekolah

Cara mencegah penyakit masyarakat di Indonesia juga harus dilakukan di lingkungan sekolah. Sebab, sekolah merupakan tempat untuk mendidik masyarakat agar lebih berilmu serta bermoral. Pengajaran norma-norma sosial harus dilakukan seringan mungkin agar siswa mampu menyerapnya dengan baik. Sebagaimana yang diketahui, kurangnya daya serap terhadap norma akan membuat individu berpotensi terjangkit penyakit masyarakat. Tidak hanya diajarkan, tapi norma-norma tersebut juga harus di praktekan sehari-hari. Menyapa Guru dan orang yang lebih tua secara santun, menerapkan disiplin dalam waktu dan belajar, tidak mengejek dan memanggil teman dengan nama-nama buruk adalah hal-hal kecil yang bisa dilakukan untuk mengamalkan norma-norma sosial.

  • Mengadakan Pelatihan Kerja dan Menambah Intensitas Bursa Kerja

Pencegahan ini sebenarnya merupakan salah satu cara mencegah masalah pengangguran. Namun cara ini juga bisa dilakukan untuk mengurangi penyakit masyarakat karena masalah ekonomi ternyata berpengaruh terhadap penyakit masyarakat. Dengan adanya pelatihan kerja, masyarakat bisa mendapat kemampuan bekerja yang bisa dia gunakan untuk mencari nafkah yang layak dan halal. Agar tenaga kerja terserap, intensitas bursa kerja harus juga ditingkatkan. Bursa kerja mampu memberikan informasi mengenai tempat kerja yang cocok untuk masyarakat. Pada akhirnya, masyarakat pun bisa mendapat pekerjaan yang layak serta mengurangi potensi untuk terjerat penyakit masyarkat.

  • Penerapan Norma Hukum yang Jelas dan Tegas oleh Pemerintah

Penyakit masyarakat bukan hanya merugikan individu dan masyarakat. Negara juga bisa terkena imbas dari penyakit masyarakat. Banyaknya individu yang terjangkit penyakit masyarakat akan membuat negara menjadi tidak aman dan rawan tindakan kejahatan. Selain itu, tatanan nilai norma, agama, dan budaya yang melekat dalam negara akan runtuh dan akan membuat negara kehilangan entitasnya.

Oleh karena itu, penerapan norma hukum yang tegas harus diterapkan untuk meminimalisir penyakit masyarakat. Norma hukum juga harus jelas supaya dapat dimengerti oleh masyarakat. Tidak hanya masyarakat, aparatur negara seperti pejabat dan presiden harus bisa menaati norma tersebut. Sebab, aparatur-aparatur negara tersebut merupakan pilar negara sekaligus teladan masyarakat. Tidak hanya norma hukum, aparatur negara juga harus bisa mengamalkan norma-norma sosial yang ada di Indonesia.

Penulis: Ramanda Wahyu Rabbi, S.Pd

@wahyu_rabbi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *