Materi 8 pengenal purwa :

Salam Hizbul Wathan

Salam artinya penghormatan, lebih jauh salam juga bermaksud saling mendo’akan keselamatan.

Salam HW bukan diberikan kepada yang berpangkat, tetapi diberikan kepada semua Pandu. Sebab, hal itu juga memperingatkan bahwa ia seorang Pandu telah mengucapkan janjinya. Salam diberikan saat menggunakan seragam pandu atau tidak. Salam adalah suatu perwujudan dan penghargaan seseorang terhadap orang lain atas dasar susila yang sesuai dengan kepribadian Bangsa Indonesia.

Salam juga dapat melahirkan disiplin, tata tertib yang mewujudkan suatu ikatan jiwa yang kuat.

Cara melaksanakan salam :

  1. Pandu HW memberi salam dengan tangan kanan.
  2. Berhenti (dalam keadaan tidak berjalan). Sikap sempurna (siap), kelima jari dirapatkan, disandarkan kepada pelipis atau bila memakai tapi disandarkan pada pinggiran tapi scbelah kanan muka. Telapak tangan menghadap ke depan, miring sedikit (seperti posisi hormat)
  3. Dalam keadaan membawa tongkat. Jika tongkat dibawa pada tangan kiri, salam dilakukan dengan tangan kanan seperti biasa. Sedang jika tongkat ada pada tangan kanan, maka tongkat dipindahkan terlebih dahulu ke tangan kiri, baru memberi salam dengan tangan kanan.
  4. Dalam keadaan berjalan. Saat memberi salam tidak usah berhenti. Cukup jalan terus sambil mengucap : Assalamu’alaikum Wr. Wb. Bila jarak antara yang memberi salam dan yang diberi salam jauh, tidak perlu ucapan ini.
  5. Dalam keadaan membawa barang. Barang tidak perlu diletakkan. Cukup kepalanya dipalingkan kepada yang diberi hormat dengan cepat.
  6. Dalam keadaan mengendarai kendaraan (memegang kemudi). Salam diberikan dengan melihat ke arah yang dihormati dengan senyum serta menganggukkan kepala sedikit.
  7. Dalam Parade (pawai). Tidak perlu kaki sama (berjalan biasa), cukup dengan mengangkat topinya masing-masing ke atas kepalanya, sambil melihat kepada yang dihormati.
  8. Jika HW berpapasan dengan pandu lain. yang melihat terlebih dahulu harus memberi salam tertebih dahulu. Sedapat mungkin yang lebih muda mendahului memberi salam.
  9. Salam kepada jenazah. Dilakukan ketika berjumpa, kita berhenti lalu memberi salam. Pada saat jenazah tersebut dibawa kemakam, kalau kita ingin mendahului, maka sebelum jenazah itu kita dahului, berilah salam terlebih dahulu ke arah jenazah itu.
  10. Dalam Upacara Pelantikan. Salam dikeriakan bersama-sama dengan aba-aba yang diberikan oleh pemimpin lainnya yang tidak melantik.

Ingat, salam yang dipakai adalah “Assalamu’alaikum Warohmatullahi wabarokaatuhu”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *