Materi 4 Pengenal Purwa

Penjelasan Undang undang Pandu Hizbul Wathan

  1. Pandu Hizbul Wathan itu dapat dipercaya

Seorang pandu pengenal tidak akakn berdusta. Kalau ia berkata “begitu” itu, “begitu” sungguhlah keadaannya. Kalau ia menerima perintah pimpinan : “saya percaya bahwa tugas ini akan kamu kerjakan dengan sebaik-baiknya’ maka ia akan mengerjakan perintah itu dengan sungguh-sungguh dan berusaha sekeras-kerasnya untuk terlaksananya perintah itu, tidak akan mundur dengan rintangan apapun juga. Juga jika menerima amanah atau titipan barang sesuatu, ia wajib menyampaikannya kepada yang wajib menerimanya.

Kalau seorang pandu pengenal mencemarkan kehormatannya, karena ia berdusta atau tidak menjalankan perintah yang telah diberikan atas kehormatannya (bahwa ia akan mentaatinya), maka ia dapat dicabut haknya untuk memakai tanda-tanda pengenal. Ia tidak saja berdusta kepada organisasinya, akan tetapi jiwanya berdosa kepada Allah karena perbuatannya itu.

2.  Pandu Hizbul Wathan itu setiawan

Seorang Pandu Pengenal itu setia kepada Tuhan, Tanah Air, Pemimpinnya, Orang Tuanya, Organisasinya dan kepada mereka yang menjadi bwahannya dalam keadaan bagaimanapun juga terutama terhadap mereka yang memusuhinya atau yang mengatakan jelek kepadanya. Ia tidak mau disuap dengan suapan yang berupa apapun juga untuk merubah dan menghianatinya.

3.  Pandu Hizbul Wathan itu siap menolong dan wajib berjasa

Seorang pandu pengenal harus mendahulukan kewajiban-kewajibannya daripada kepentingan sendiri, meskipun kadang-kadang dengan mengorbankan kesenangannnya. Dalam menghadapi sesuatu keraguan, ia harus bertanya kepada dirinya sendiri. “Apakah kewajibanku?” dan inilah yang harus dikerjakannya. Ia harus selalu siap menolong dan melindungi serta membela mahluk lemah dan terhina dengan tidak meninggalkan keadilan. Ia harus berusaha dengan sungguh-sungguh setiap hari berbuat kebajikan bagi orang lain. Sebagaiman firman Allah dalan Al Qur’an yang artinya :

“… dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya. (Q.S. Al Maidah: 2)

  • Pandu Hizbul Wathan itu perdamaian dan pesaudaraan

Seorang Pandu Pengenal selalu berusaha menjadi teman untuk setiap orang terutama sesama pandu. Ia tidak memandang itu termasuk golongan apa dalam masyarakat. Tebar sapa meskipun belum saling kenal kepada orang lain dan siap membantu dalam keadaan kesusahan dengan ikhlas namun pada batas-batas kemampuannya.

Ia selalu menjauhkan diri dari sifat sombong, congkak dan takabur. Ia tidak menganggap rendah kepada orang lain karena kekurangannya (kemiskinan). Demikian pula tidak dengki kepada orang lain karena kekayaannya. Ia memandang orang lain seperti apa yang dilihatnya dan mencari hal-hal baik yang ada padanya. Ia selalu menghindari hal-hal yang dapat menarik kepada kecurangan dan kerusuhan serta menyelesaikan perselisihan ke jalan perdamaian. Sebaliknya ia berani bertindak tegas dan adil terhadap segala persoalan yang dapat menimbulkan perpecahan persaudaraan dan permusuhan. Sebgaimana firman Allah : “Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat (Q.S. Al Hujurat: 10)

  • Pandu Hizbul Wathan itu mengerti adat, sopan santun dan perwira

Seorang Pandu Pengenal itu harus mengerti adat masyarakat setempat, seperti pepatah “dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung” sehingga dimanapun pandu pengenal berada maka harus selalu berlaku sopan santun dan perwira.

  • Pandu Hizbul Wathan itu penyayang kepada semua mahluk

Seorang Pandu Pengenal tidak akan bengis dan kejam, baik terhadap sesama manusia dan hewan. Ia tidak akan menyiksa binatang dan sesekali tidak akan membunuhnya jika tidak perlu, misalnya untuk dimakan atau binatang itu sangat membahayakan. Ia selalu berusaha mengurangkan penderitaan baik sesama manusia maupun binatang yang dijumpainya dalam keadaaan sakit atau kekurangan dan turut menjaga kelangsungan hidupnya.

  • Pandu Hizbul Wathan itu melaksanakan perintah tanpa membantah

Seorang Pandu Pengenal selalu siap melaksanakan perintah dengan tanpa membantah dan ikhlas. Meskipun perintah itu kurang menyenangkan hatinya. Ia harus bertindak sebagaimana sebagai seorang tentara dan pelaut yang taat karena itu kewajibannya. Yaitu kalau mereka menerima perintah, ia harus berdiri tegak debfab memberi salam yang tegas. Perintah itu diterimanya dengan baik dan diulanginya. Selain itu memberi salam dan siap mengerjakan perintahnya. Sebagaimana firman Allah : “Dan (aku telah diperintah): Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang musyrik”. (Q.S. Yunus Ayat 105)

  • Pandu Hizbul Wathan itu sabar dan pemaaf

Dalam menjalankan perintah ataupun mengerjakan sesuatu pekerjaan yang berat maupun ringan, seorang Pandu Pengenal selalu dalam keadaan riang dan gembira. Tidak akan menunjukkan muka yang kecut maupun menggerutu kalau ada perintah yang tidak disenanginya. Juga dalam menghadapi kesukaran maupun kekecewaan yang sangat tidak enak dihati.

  • Pandu Hizbul Wathan teliti dan hemat

Setiap perintah yang diberikan kepada pandu pengenal hendaknya dilakukan dengan teliti dan berhati-hati sehingga segala yang dilakukan menghasilkan sesuatu yang maksimal.

  1. Pandu Hizbul Wathan suci dalam hati, pikiran, perkataan dan perbuatan

Setiap pandu pengenal hendaknya memperbaiki niat dan pikirannya agar senantiasa berbuat yang terbaik untuk agamanya. Sehingga menjadi pandu memiliki hati, perkataan, dan perbuatan yang sesuai dengan aturan agamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *