Berbicara dengan Senyum

Senyum adalah ekspresi perasaan positif: cinta, syukur, kegembiraan, gairah, semangat, antusiasme, harapan dan kepuasan. Ketika anda tersenyum kepada seseorang, makna pesan yang anda sampaikan bisa: saya senang berjumpa dengan anda! saya mencintai anda! Saya bersyukur bisa ketemu anda! Saya gembira bertemu anda! Saya sedang penuh gairah! Saya sedang bersemangat! Saya sedang berperasaan positif!
kartun muslimah
عَنْ أُمِّ الدَّرْدَاءِ قَالَتْ كَانَ أَبُو الدَّرْدَاءِ لَا يُحَدِّثُ بِحَدِيثٍ إِلَّا تَبَسَّمَ فِيهِ فَقُلْتُ لَهُ إِنِّي أَخْشَى أَنْ يُحَمِّقَكَ النَّاسُ فَقَالَ
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُحَدِّثُ بِحَدِيثٍ إِلَّا تَبَسَّمَ

Dari Ummi Darda’: Adalah Abu Darda tidak membicarakan suatu pembicaraan kecuali sambil tersenyum. Aku berkata kepadanya; “Aku khawatir orang-orang akan menganggap kamu orang pandir.” Abu Darda` berkata; “Ketahuilah bahwa tidaklah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membicarakan sesuatu kecuali beliau tersenyum.“ (HR Ahmad)

Rasulullah S.A.W. adalah suri teladan terbaik bagi manusia. Beliau mencontohkan cara berbicara dengan tersenyum hampir di semua pembicaraan beliau. Dalam hadits riwayat Bukhari, Jarir radliallahu ‘anhu berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah melarangku untuk bertemu beliau semenjak aku masuk Islam dan tidaklah beliau melihat aku melainkan beliau tersenyum ke wajahku (HR Bukhari).

Rasulullah juga memerintahkan kita untuk tersenyum ketika berbicara kepada orang lain:

لَا تَحْقِرَنَّ شَيْئًا مِنْ الْمَعْرُوفِ وَأَنْ تُكَلِّمَ أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ الْمَعْرُوفِ

Janganlah engkau remehkan perkara ma’ruf, berbicaralah kepada saudaramu dengan wajah yang penuh senyum dan berseri, sebab itu bagian dari perkara yang ma’ruf” (HR Abu Daud)

Ahmad juga meriwayatkan hadits senada dengan redaksi yang sedikit berbeda.

Di kalangan sahabat, rasulullah dikenal sebagai orang yang paling banyak senyumnya.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ قَالَ مَا رَأَيْتُ أَحَدًا أَكْثَرَ تَبَسُّمًا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz`i dia berkata; “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR Turmudzi)

Makna Senyum

Menurut Wikipedia, senyum adalah ekspresi wajah yang terjadi akibat bergeraknya atau timbulnya suatu gerakan di bibir atau kedua ujungnya, atau pula di sekitar mata. Kebanyakan orang senyum untuk menampilkan kebahagian dan rasa senang. Senyum itu datang dari rasa kebahagian atau kesengajaan karena adanya sesuatu yang membuat dia senyum. Seseorang sendiri kalau senyum umumnya bertambah baik raut wajahnya atau menjadi lebih cantik ketimbang ketika dia biasa saja atau ketika dia marah.

Senyum adalah ekspresi perasaan positif: cinta, syukur, kegembiraan, gairah, semangat, antusiasme, harapan dan kepuasan. Ketika anda tersenyum kepada seseorang, makna pesan yang anda sampaikan bisa: saya senang berjumpa dengan anda! saya mencintai anda! Saya bersyukur bisa ketemu anda! Saya gembira bertemu anda! Saya sedang penuh gairah! Saya sedang bersemangat! Saya sedang berperasaan positif!

Hampir semua orang memberikan respon positif terhadap senyum yang kita berikan dengan senyum pula. Ini artinya, senyum yang kita berikan akan berdampak kepada diri sendiri dan orang lain.

Sedangkan muka cemberut merupakan ekspresi perasaan negatif: kebosanan, kejengkelan, kekecewaan, kekhawatiran, kecaman, amarah, kebencian, kecemburuan, rasa bersalah, keputusasaan, dan ketakutan. Ketika orang cemberut kepada anda, pesan yang ia sampaikan adalah: Saya bosan dengan anda! Saya jengkel dengan anda! Saya kecewa dengan anda! Saya khawatir kepada anda! Saya berperasaan negatif kepada anda!

Berbicara yang dihiasi dengan senyum yang tulus menjadi pembicaraan yang menyenangkan bagi teman bicara kita. Kitapun akan merasa nyaman bila berada di tengah-tengah orang yang murah senyum. Hidup ini terasa begitu damai, dan orang pasti senang berlama-lama di antara mereka.

Sebaliknya, bila kita berada di tengah-tengah orang yang memandang kita dengan muka dingin tanpa ekspresi, atau dengan ekpresi curiga, marah, cemberut, hati kita merasa tidak enak, dan ingin cepat-cepat terlepas dari tatapan mereka. Jarang orang tahan berlama-lama dalam situasi seperti itu. Kita bisa tertekan dan stres.

Seseorang menjadi murah senyum atau tidak, sangat bergantung kepada cara pandangnya dalam memberikan makna peristiwa yang dihadapinya. Bila ia mampu memberikan pemaknaan positif, ia akan bersyukur dan mudah tersenyum. Sebaliknya bila memberikan makna negatif, ia akan sedih, kecewa, marah dan sikap negatif lainnya.

Pages: 1 2 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *