ADAB MENJADI TAMU

Bertamu adalah bagian dari cara bersillaturrahim, merupakan amalan utama yang dicontohkan Rasululah SAW. Beliau memberikan contoh dan petunjuk bagaimana sebaiknya kita bertamu. Diantara adab bertamu adalah sebagai berikut:

Gambar oleh StockSnap dari Pixabay
1. Bertamu Untuk Memenuhi Undangan

Salah satu kewajiban seorang muslim adalah menghadiri undangan yang ditujukan kepadanya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ َ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ رَدُّ السَّلَامِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ

Abu Hurairah RA berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hak muslim atas muslim lainnya ada lima, yaitu; menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan dan mendoakan orang yang bersin”.

Orang mengundang kita untuk berbagai kepentingan. Ada undangan untuk menghadiri walimatul ‘ursy, aqiqah, lamaran, jamuan makan biasa, bermusyawarah, atau untuk kepentingan lainnya. Para ulama sepakat bahwa undangan apapun hendaknya kita sambut dengan baik sepanjang untuk kebaikan dan tidak terdapat kemungkaran di dalamnya, atau diketahui jamuan tuan rumah berumupa makanan/ minuman haram atau berasal dari yang haram.

Menghadiri undangan adalah bentuk penghormatan kepada pengundang yang berdampak memberikan perasaan senang dan bahagia. Sebaliknya, mengabaikan undangan menimbulkan kekecewaan bagi pengundang. Menyenangkan orang lain merupakan bagian dari amal shaleh.

2. Bertamu atas inisiatif sendiri

Bertamu bisa dilakukan atas inisitif sendiri untuk menyambung dan memperkuat sillaturrahim dengan para sahabat. Sillaturrahim memperluas rejeki dan memanjangkan umur, sebagaimana sabda rasulullah SAW sbb:

عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Dari Ibnu Syihab dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa ingin dilapangkan pintu rizqi untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya ia menyambung tali silaturrahmi.” (HR Bukhari)

Bertamu bagus dilakukan kepada sahabat yang telah lama tidak berjumpa maupun untuk menunaikan hajat lainnya seperti memberikan hadiah, oleh-oleh atau sedekah; menjenguk anggota keluarga tuan rumah yang sakit; saling bertukar informasi atau pengetahuan; mengembangkan usaha; sekedar kangen-kangenan, atau kepentingan lainnya. Apapun kepentingannya hendaklah semuanya diniatkan karena Allah semata-mata, Insya Allah membawa berkah bagi yang berkunjung maupun bagi tuan rumah.

Sebaiknya sebelum datang bertamu meminta ijin terlebih dahulu kepada tuan rumah, dan meminta saran kapan sebaiknya waktu kunjungan. Hal ini penting mengingat bahwa saat ini kesibukan seseorang semakin tinggi. Langsung datang ke rumah memang tidak ada larangan, tetapi tanpa janjian terlebih dahulu ada kemungkinan tidak ketemu atau mungkin mengganggu kesibukan utama tuan rumah. Dengan teknologi informasi yang telah berkembang saat ini, kita bisa meminta ijin melalui telepon atau sms.

Hindari pula waktu-waktu nanggung seperti waktu shalat, waktu yang dibiasakan tuan rumah untuk kegiatan penting sehari-hari seperti waktu-waktu tadarrus bakda maghrib, waktu istirahat, tengah malam dll, kecuali atas seijin tuan rumah.

Pages: 1 2 3 4 5 6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *